Bayangkan seorang bapak berusia 50-an. Setiap pagi ia harus menelan segenggam obat untuk kolesterol, gula darah, dan tekanan darahnya. Awalnya ia merasa terbantu—keluhan berkurang, tubuh terasa lebih ringan.
Tapi seiring waktu, rasa jenuh mulai muncul. Badan jadi cepat lemas, perut sering terasa nggak enak, dan hasil lab berikutnya menunjukkan fungsi hati mulai menurun. Ternyata, obat kimia yang rutin ia konsumsi memberi beban tambahan pada organ vitalnya.
Lebih parahnya, begitu ia mencoba berhenti minum obat, keluhannya kembali lagi. Ia pun merasa seperti terjebak dalam lingkaran tanpa akhir: minum obat → gejala mereda → stop obat → keluhan datang kembali.
Padahal, tubuh manusia punya kemampuan luar biasa untuk memperbaiki diri. Asalkan diberi nutrisi alami yang tepat, metabolisme bisa seimbang, peredaran darah lancar, dan daya tahan tubuh meningkat tanpa harus bergantung pada zat kimia.